the Value of Stupidity?

Februari 24, 2007 oleh puredelight

how much is the value of stupidity?
when dumb girls are so much happier than smart-fully-brained girls?
today i met this girl from old time.. she’s just married, with this richie guy.. not that she’s married, but I think her life is easier. nothing hard to think about, everything is under her guy’s control..
to let you know, they’ve been together since they were in high school.. and now she’s acting like a pop star, with make-ups and hairdos..
I don’t say it’s something dumb, but they usually think about ONLY that. Dressed up, make urself so pretty, wasting MOST of ur time to salons or beauty treatment, shopping for silly stuff, finally, if you’re lucky, you’ll get this moneyman.
I dont want to be like that and lost all of my dreams! And I dont want to live without speaking out my heart! I dont want to just sitting around or just tailing my guy!

(sigh)
Maybe they’re dumb. Maybe they don’t have a dream at all. Maybe they’re living in their guy’s control. But it saves them.

While me, losting my own very loved one because I think I’m smart?
I dunno, is that just methinkso or is there really such an easy life for dumb girls? whatdyathink?

Bakso

Februari 24, 2007 oleh puredelight

aku lapar. Perutku bunyi, seperti paduan suara selama 3 detik! Itu waktu

yang cukup lama kan untuk suara perut keroncongan. Rencananya aku dan

Putu mau beli bakso di pertigaan belakang kantor (tempat itu emang udah

jadi langgananku sejak semester 2, yang berarti sekitar 6 taun yang lalu). Ah

ternyata ada tamu di toko! Terpaksa aku beli sendiri, lagi males ketemu

orang nih. Ugghh.. cuaca panaaasss banget hari ini. Aku sedikit enggan

memakai jaket dan akhirnya naik di motor matic gendutku. Ngga pake helm,

risih, panas, lengket. Huaahh terasa debu menari-nari menerpa wajahku,

karena gang yang aku lewati masih dalam perbaikan. Biar deh! Demi bakso!

Ngga sampe 3 menit aku udah parkir di samping warung, kebetulan ada

tempat teduh. Seperti biasa, ngantri deh kalo udah jam segini. ada 3 ibu-ibu

yang ngantri sebelum aku. Sambil ngantri aku mulai peratiin yang dagang

baksonya. Dulu cuma berdua, suami istri – meskipun klo musim liburan

biasanya ada keponakannya yang ikut bantu – dan sekarang ada 2 wajah

asing yang ikut jualan. Perkiraanku anak yang pake baju item itu

keponakannya, kyaknya dulu udah pernah ikut bantu. Tapi yang bikin aku

mulai peratiin secara detail tuh orang yang pake kemeja garis-garis vertikal;

dengan tone biru langit, hijau-biru yang sangat muda dan sedikit putih.

Dua-duanya pake jam item, yang bikin jadi kontras sama bawaan di tangan,

yaitu bakso dan asesorisnya. Anyway, fokusku kembali pada orang kedua.

Agak gondrong, ngga jelas kyanya direbonding deh. Rebonding yang udah

panjang gitu, jadinya yang diatas udah balik keriting.. mukanya juga jauh dari

muka tukang bakso. Kyak pramuniaga lah. Tapi yang bikin aku heran itu

adalah gerakan tangan dan jarinya. Kayak tukang sulap!! Penting ga sihhh…

Waku ngisi plastik pake bakso beserta kuahnya, ujung plastik tuh dipegang

pake jari telunjuk dan jari tengah yang berfungsi seperti rangka ring basket,

sementara jempolnya ngejepit di atas. Duuh susah yah ngejelasinnya.

Tangannya bener-bener kya tukang sulap, kelingkingnya terutama, waktu

ngambil kuah pake sendok yang segede ‘hahong’ itu jarinya lentik banget.

Trust me, it’s not sissy-like-fingers. Kya tukang sulap deh pokoknya. Trus

waktu ngambil botol-botol saos ato kecap, menurutku itu lebih mengarah

seperti juggling dan bukannya gaya tukang bakso yang ngambil saos kecap!!

Hahh.. Perutku sepi dari paduan suaranya. Panasnya hari itu ngga kerasa.

Tukang bakso yang aneh.

Pemalas..

Februari 24, 2007 oleh puredelight

otakku pasif. otot-ototku tidak mau bekerja sama. mataku berat dan berair, membuat layar monitorku tampak buram. tubuhku seperti meleleh oleh teriknya siang ini, terlunglai pada sandaran kursi kantorku. Hanya jari-jariku yang lincah menari berpilin dengan helai-helai rambutku. perlahan aku terpejam, membuat genangan air di sudut mata. sayup-sayup alunan nada piano membuaiku. terdengar nyanyian Faletolu, lembut menyentuh.
kulayangkan pandanganku pada jam dinding kantor, pk 14.52 siang.

NGANTUK BANGET NIH!!